Mengais rezeki sebagai driver ojek online adalah salah satu langkah yang saya ambil untuk bertahan hidup. Namun, perjalanan ini penuh tantangan. Sepinya orderan sering kali memaksa saya mencari solusi alternatif. Saya menawarkan jasa secara offline, seperti mengantar barang atau penumpang kepada orang-orang yang saya kenal. Selain itu, saya juga mengambil pekerjaan sampingan apa saja, seperti menjadi tukang parkir, membantu teman pindahan, atau mengantar barang secara manual, demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Namun, tidak semua berjalan mulus. Sepeda motor, yang menjadi andalan saya, sering mengalami kerusakan hingga akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Saya terpaksa menjual motor itu dalam keadaan mati, seadanya, lalu membeli sepeda sebagai pengganti. Dengan sepeda itulah saya melanjutkan perjuangan, sambil tetap menjalankan profesi sebagai advokat meski dengan segala keterbatasan.
Hidup berdiri sendiri dari segi finansial memang sangat berat. Tidak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Tapi justru di situlah saya belajar banyak hal. Saya mulai tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, mampu membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya sebatas keinginan. Dengan penghasilan yang pas-pasan, saya belajar untuk memprioritaskan kebutuhan mendesak, seperti makan, biaya pendidikan anak, dan ongkos untuk tetap bisa bekerja.
Di tengah perjuangan, selalu ada titik terang. Rejeki datang dari arah yang tak terduga, sering kali lewat kebaikan orang-orang yang peduli. Bantuan mereka tidak hanya meringankan beban, tetapi juga memberikan saya semangat untuk terus maju. Semua ini mengajarkan saya untuk selalu bersyukur, tidak peduli seberat apa pun keadaan.
Namun, di balik semua itu, saya sadar betul pentingnya menjaga kesehatan mental. Hidup dalam tekanan finansial dan menghadapi berbagai kendala dapat berdampak buruk jika mental tidak dikelola dengan baik. Saya belajar untuk mengendalikan emosi, menerima keadaan, dan mencari ketenangan agar tetap kuat menghadapi hidup. Saya tahu, jika mental tidak terjaga, risiko gangguan jiwa bisa mengintai, apalagi dengan beban tanggung jawab yang begitu besar.
Kini, Alhamdulillah, saya bisa kembali bekerja sesuai dengan jalur profesi saya sebagai advokat. Meskipun perjalanan menuju titik ini tidak mudah, saya bersyukur atas setiap pelajaran dan pengalaman yang membentuk saya. Saya berdoa dan berusaha agar bisa amanah dalam menjalankan kewajiban ini, membantu orang lain dengan sebaik mungkin, dan tetap mensyukuri apa yang sudah saya miliki.
"Hidup adalah perjuangan, dan perjuangan itu menjadi cermin yang membentuk pribadi saya hari ini."
"Jadilah dirimu sendiri dan jangan terbebani oleh standar kehidupan orang lain. Kebahagiaan datang dari menerima dirimu apa adanya dan hidup sesuai dengan jalan yang kamu pilih."
Sampai sekarang, saya terkadang tetap ngojek online di hari libur atau ketika badan masih kuat. Jika ada rejeki, Alhamdulillah, tetapi jika tidak ada, tak apa-apa. Yang penting adalah tetap fokus pada kewajiban yang ada dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan, tanggung jawab sebagai orang tua, dan kehidupan sehari-hari. Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa setiap usaha adalah doa, dan rejeki selalu menemukan jalannya ketika kita tetap berusaha tanpa terlalu memaksakan diri.
Komentar
Posting Komentar